Pengikut

Selasa, 05 Oktober 2010

Inyiak Canduang dan Sidang Konstituante RI



Lebih kurang empat puluh tujuh tahun yang lalu, persisnya tanggal 12 November 1956, seorang ulama besar Minangkabau tampil di mimbar pimpinan Majelis Konstituante RI di kota Bandung. Ulama besar itu tidak lain adalah almarhum Inyiak Syekh H. Sulaiman Ar Rasuli Canduang yang populer dengan panggilan Inyiak Canduang dari Bukittinggi, Kabupaten Agam. Dalam rangka haul Inyiak Canduang yang ke 25, (almarhum wafat tanggal 1 Agustus 1970), maka Menteri Koordinator Kesra Ir. H. Azwar Anas Dt. Rajo Suleman, pada tanggal 1 Agustus 1995, membuka acara haul ini di Canduang dan sebuah seminar digelar di Tri Arga Bukittinggi serta ditutup dengan acara tahlillan. Sekarang tidak terdengar lagi acara haul Inyiak Canduang tersebut. Kita kenang kembali Inyiak Canduang, seorang ulama besar yang berjasa besar dalam memajukan pendidikan Islam di negeri ini dengan mendirikan Tarbiyah Islamiyah. Namanya pun sederet dengan Syekh H. Muhammad Djamil Djambek, Dr. H. Abdul Karim Amrullah (ayah Buya Hamka), Dr. H. Abdullah Ahmad, Syekh Ibrahim Musa Parabek, Syekh H. Mustafa Abdullah dan adiknya Syekh Abbas Abdullah Padang Japang dan Syekh Thaib Umar Sungayang serta Syekh Mod. Djamil Djaho. Pada pemilihan umun tahun 1955 yang dilaksanakan pada masa Kabinet Burhanuddin Harahap, ulama besar itu terpilih sebagai anggota Majelis Konstituante RI atau Majelis Pembuat Undang-Undang Dasar RI dari Partai Islam Perti. Inyiak Canduang waktu itu duduk dalam front Islam bersama anggota majelis dari Masyumi, NU, PSSI dan Perti. Tokoh yang terkemuka dalam fraksi Islam di konstituante itu adalah H. Muhammad Natsir, Ketua Umum PPI Masjumi. Ada dua kali pemungutan suara pada pemilihan umum tahun 1955 tersebut. Pertama, 29 September memilih anggota DPR (Parlemen RI) dan yang Kedua, 15 Desember tahun yang sama untuk memilih anggota Majelis Konstituante (Majelis Pembuat Undang-Undang Dasar pengganti UUDS).

 http://id.shvoong.com/social-sciences/1666150-inyiak-canduang-dan-sidang-konstituante/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar