Pengikut

Kamis, 14 Oktober 2010

contoh surat lamaran kerja CPNS

Memerlukan Contoh Surat Lamaran Cpns swasta dan jenis Surat Lamaran Pekerjaan lainnya silakan download secara gratis. Berikut ini Contoh Surat Lamaran Pekerjaan :

                                                                                                                     Pulau Biru, 14 Oktober 2010
Kepada yth :
Bapak/Ibu Menteri Dalam Negeri
Up. Kepala Badan Kepegawaian
Departemen Keuangan
di -
Jakarta

Saya yang bertanda tangan di bawah ini,
Nama                                      : ……..
Tempat, tanggal lahir                : ………………
Usia pada tanggal 01/01/2011 : ** Tahun, ** bulan
Jenis kelamin                           : .......................
Agama                                    : .....................
Pendidikan/Jurusan                 : S-1 *******
Alamat                                   : ...........................................................................................................
Nomor telepon/HP                 : 08123456789

Dengan ini menyampaikan permohonan kepada Bapak/Ibu, agar kiranya dapat diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Keuangan, dengan jabatan ……………………(kode jabatan : ……….).

Sebagai bahan pertimbangan Bapak/Ibu, bersama ini Saya lampirkan :
1. Foto copy Ijazah terakhir beserta transkripnya yang telah dilegalisir masing-masing 1 (satu) lembar,
2. Pas photo ukuran 3×4 cm sebanyak 4 (empat) lembar,
3. Foto copy Kartu Pencari Kerja (AK. I) yang telah dilegalisir sebanyak 1 (satu) lembar.
Demikian permohonan ini disampaikan, besar harapan Saya kiranya Bapak/Ibu dapat mempertimbangkannya, sebelum dan sesudahnya diucapkan terima kasih.

                                                                                                                     Hormat Saya,
                                                                                                                           

                                                                                                                             Ttd
                                                                                                                        (nama anda)

Catatan :
Kode Jabatan dapat dilihat pada pengumuman

Selasa, 05 Oktober 2010

Inyiak Canduang dan Sidang Konstituante RI



Lebih kurang empat puluh tujuh tahun yang lalu, persisnya tanggal 12 November 1956, seorang ulama besar Minangkabau tampil di mimbar pimpinan Majelis Konstituante RI di kota Bandung. Ulama besar itu tidak lain adalah almarhum Inyiak Syekh H. Sulaiman Ar Rasuli Canduang yang populer dengan panggilan Inyiak Canduang dari Bukittinggi, Kabupaten Agam. Dalam rangka haul Inyiak Canduang yang ke 25, (almarhum wafat tanggal 1 Agustus 1970), maka Menteri Koordinator Kesra Ir. H. Azwar Anas Dt. Rajo Suleman, pada tanggal 1 Agustus 1995, membuka acara haul ini di Canduang dan sebuah seminar digelar di Tri Arga Bukittinggi serta ditutup dengan acara tahlillan. Sekarang tidak terdengar lagi acara haul Inyiak Canduang tersebut. Kita kenang kembali Inyiak Canduang, seorang ulama besar yang berjasa besar dalam memajukan pendidikan Islam di negeri ini dengan mendirikan Tarbiyah Islamiyah. Namanya pun sederet dengan Syekh H. Muhammad Djamil Djambek, Dr. H. Abdul Karim Amrullah (ayah Buya Hamka), Dr. H. Abdullah Ahmad, Syekh Ibrahim Musa Parabek, Syekh H. Mustafa Abdullah dan adiknya Syekh Abbas Abdullah Padang Japang dan Syekh Thaib Umar Sungayang serta Syekh Mod. Djamil Djaho. Pada pemilihan umun tahun 1955 yang dilaksanakan pada masa Kabinet Burhanuddin Harahap, ulama besar itu terpilih sebagai anggota Majelis Konstituante RI atau Majelis Pembuat Undang-Undang Dasar RI dari Partai Islam Perti. Inyiak Canduang waktu itu duduk dalam front Islam bersama anggota majelis dari Masyumi, NU, PSSI dan Perti. Tokoh yang terkemuka dalam fraksi Islam di konstituante itu adalah H. Muhammad Natsir, Ketua Umum PPI Masjumi. Ada dua kali pemungutan suara pada pemilihan umum tahun 1955 tersebut. Pertama, 29 September memilih anggota DPR (Parlemen RI) dan yang Kedua, 15 Desember tahun yang sama untuk memilih anggota Majelis Konstituante (Majelis Pembuat Undang-Undang Dasar pengganti UUDS).

 http://id.shvoong.com/social-sciences/1666150-inyiak-canduang-dan-sidang-konstituante/

Canduang & pelestarian alam gn merapi oleh : Hendra Messa

Menyambung cerita mak Darul ttg Canduang, disana ada
diceritakan ttg bukik bulek tempat menara transmisi
telekomunikasi  trans sumatera, saya ingin menambahkan
sedikit cerita dari rang gaek kita jaman saisuak.

para tetua minang di daerah sekeliling gunung merapi,
jaman dulu pernah membuat semacam kesepakatan bersama,
bahwa bermula dari bukik bulek tsb , ditaris garis
batas  yg sejajar sekeliling pinggang gunung merapi,
yg ditandai dg jalan setapak , atau jalan inspeksi . 
Berputar sejak dari bukik bulek terus ke barat arah
bagian atas lasi ( IV angkek ) , bagian atas kamang ,
terus sampai bagian atas padang luar , sarik , sejajar
dg jalan Baso - batusangkar , sampai terhubung kembali
dg jalan inspeksi di bukik bulek.

kalau di lihat peta , akan terlihat bahwa jalan
melingkar sekeliling gunung merapi, tak ada yg sampai
mendaki tinggi ke punggung gunung.

jalur sekeliling nya ( ditarik dari bukik bulek ,
utara baso ) - canduang -  lasi ( IV angkek ) ,
kamang, padang luar,sarik,
kotobaru,pandaisikek,pariangan ,
simabur,salimpaung,tigatanjung sampai ke baso lagi.

jalur inspeksi tsb, bisa di asumsikan sejajar dg jalur
jalan sekeliling gunung merapi tsb. melingkar selilit
pinggang gunung merapi.

Jalan Inspeksi tersebut jadi tanda , bahwa di atas
garis tsb ,lahan tak boleh dirambah oleh manusia, tak
boleh dijadikan sawah atau ladang , istilah sekarang
nya dijadikan lahan konservasi / hutan  lindung . Dan
hal tsb masih ditaati sampai sekarang , sehingga kita
tak temui ada perkampungan atau ladang di atas garis
jalur inspeksi tsb.

Dipikir pikir , sudah sedemikian maju dan bijaksana
nya pola pikir , orang orang minang jaman dahulu tsb ,
sampai pemikiran ttg pelestarian alam sekeliling
gunung merapi , sehingga alam dan hutan nya masih
lestari sampai saat ini .

demikian sekedar tambahan dari ambo, mungkin mamak,
dunsanak nan lain bisa manambahkan carito lamo lain
nyo, ttg bagaimana orang minang jaman dahulu menjaga
kelestarian alam nya.

wassalam 

HM
dari canduang ,taserah ka banduang, basawah di pulau
gaduang

- - -- - - - -- - - - - - -

wrote : darul makmur   ( issdumai@   ) 

Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mari kita berkunjung sejenak ke Nagari Canduang (Koto
Laweh), Lanjutan (3)
 
Kemarin telah sampai ke kuno Masjid nan megah dan juga
telah menelusuri persawahan bertingkat dipergunungan
serta menikmati bebatuan dan air jernih di Jabua, juga
telah tahu bagaimana kayu manis dikebunkan serta
bagaimana hasil produksi menjadi andalan bagi petani
setempat.
 
Kini perjalanan membelah Canduang dilanjutkan dengan
sasaran Bukik Bulek, bukit yang berlokasi tertinggi
dipinggang Utara Gunung Merapi. Sehingga Bukit ini
dipilih oleh PT telkom untuk menempatkan salah satu
dari Jaringan Microwave Sumatra-Jawa-Balinya.

salah satu sudut nagari CANDUANG

PENDIDIKAN PETANI ALAMI ( Natural Farming ) HADIRKAN PETANI LUAR NEGERI


Jum'at, 11 Juni  2010
Pendidikan Petani Pelatiah Pertanian Alami yang diadakan oleh kelompok Tani Alam Lestari Nagri Canduang Koto Laweh hadirkan petani alami (Natural farming) luar negeri  yaitu dari India, Korea dan Jepang. Pendidikan ini diadakan selama tiga hari mulai tanggal 11-14 Juni 2010  yang bertempat di PUSDIKLAT Pertanian Alami Nagari Canduang Koto Laweh Jorong Gantiang Koto Tuo yang diresmikan pemakaiannya oleh Dinas Pertanian dan Ketahan pangan Kabupaten Agam Jum'at 11 Juni 2010. Dalam acara yang disponsori oleh Bina Desa dan dimanfa'atkan juga oleh jaringan  NF (Natural Farming) yang datang dari berbagai Propinsi untuk berkumpul saling berbagi (Sharing) pengetahuan. Seperti dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Nangroe Aceh Darussalam, Sulawesi dan Sumatera Utara. Pakar Pertanian Alami dari Korea Dr. Chow Hankyou menjadi tumpuan peserta tuk menimba pengetahuan. Rohini dari India Mr. Waka dari Jepang.

Syafrial Katik Bareno, ketua Gapoktan Canduang Koto Laweh mengatakan bahwa dalam Peresmian kemaren (Jum'at, 11 Juni ) dihadiri juga oleh Dinas Pertanian tingkat Propinsi, kabupaten dan kecamatan, wali nagari Canduang Koto Laweh, Kepala-kepala Jorong, kelompok-kelompok Tani tetangga dan tokoh-tokoh masyarakat. Balai Pelatihan

Syafrial Katik Bareno menambahkan kedepan diharapkan Diklat ini sebagai pusat tempat menimba ilmu dan menyebarkan pengetahuan tentang NF ke seluruh Indonesia melalui jaringannya. Pusdiklat yang berkorelasi dengan lahan pertanian ini dirasa sangat strategis dan nyaman. Karena peserta dapat praktek dan liat langsung hasilnya ke lahan, tidak hanya mendapatkan teori saja. (ydl)







http://nagaricankola.blogspot.com/2010/02/097.html